5 Cara Pengendalian Hama Padi 2022
Cara Pengendalian Hama Padi - Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan.
Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyeblksjfkjhafslfjasksabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria.
Hama-hama padi sendiri sangat beragam jenisnya dan jika tidak cepat dibasmi maka akan berdampak sangat buruk pada tanaman padi. Selain itu, dalam menangani hama padi, para petani juga harus lebih berhati-hati karena hal ini juga dapat mempengaruhi hasil padi nantinya.
5 Cara Pengendalian Hama Padi
1. Memberi Jarak Ketika Menanam Padi
Ketika sedang melakukan proses penanaman padi, biasanya para petani akan memberikan jarak antarra satu tanaman dan tanaman lainnya agar tidak terlalu berdekatan. Pemberian jarak ini berfungsi untuk mencegah tanaman padi dari munculnya hama wereng yang lebih mudah timbul jika padi ditanam dengan jarak yang terlalu dekat.
2. Melepaskan Hewan Pemakan Hama
Selain itu, para petani juga biasanya akan menyiapkan beberapa hewan khusus untuk membasmi hama secara alami. Beberapa hewan yang dilepas seperti laba-laba untuk memakan wereng dan walang sangit hingga ular untuk mengusir tikus sawah yang sangat mengganggu.
aca juga: Siklus hama werng dan pnjlnya
3. Memasang Orang-Orangan
Cara Pengendalian Hama Padi tentunya orang-orangan sudah tidak asing lagi ditemukan di beberapa area persawahan. Orang-orangan sawah ini berfungsi untuk mengusir atau menakuti burung yang suka singgah dan mengganggu tanaman padi atau jagung para petani.
4. Pemberian Pupuk dengan Bakteri Anti Hama
Jika cara-cara diatas masih belum bisa menangani masalah hama pada tanaman padi, maka saatnya bagi Anda untuk mencampur pupuk yang sudah Anda siapkan untuk tanaman padi Anda dengan bakteri khusus yang tidak hanya dapat memberikan nutrisi tetapi juga menyediakan proteksi lebih bagi tanaman padi dari serangan hama.
5. Pemberian Pupuk dan Insektisida Kimia yang Berlebihan
Pupuk dan insektisida memang baik untuk pertumbuhan tanaman, namun jika Anda memberikan terlalu banyak pupuk dan insektisida terhadap tanaman padi maka haasil yang didapat malah sebaliknya. Jadi, pastikan Anda memberikan pupuk ataupun insektisida sesuai anjuran yang telah diberikan.
5 Hama Yang Ada di Padi
hgjkk
1. Tikus
Hama dan penyakit tanaman padi tentunya memang sangat merugikan bagi petani. Salah satu hama yang paling banyak merugikan petani adalah tikus. Hal ini disebabkan karena tikus memiliki mobilitas yang tinggi serta daya adaptasi dan perkembangbiakan yang juga sangat tinggi.
Tikus biasanya menyerang tanaman padi, dan sering bergerak pada malam hari. Biasanya target utama tikus dalam menyerang padi adalah biji dan batangnya. Dengan giginya yang tajam, tikus dapat memakan biji-bijian padi. Biasanya tikus membuat lubang didekat sawah dan bersembunyi diantara semak-semak.
Kamu bisa mengendalikan hama satu ini dengan beberapa cara, yaitu:
- Menutup lubang yang ada disekitar sawah yang digunakan sebagai tempat persembunyian, lalu menangkap tikus
- Gunakan ular yang sudah dijinakkan untuk mengusir atau memangsa tikus.
- Menggunakan pembasmi tikus atau umpan beracun, namun dalam menerapkan cara ini harus berhati-hati
2. Penyakit Tungro
Salah satu hama dan penyakit tanaman padi yang paling sering terjadi adalah penyakit tungro. Penyakit ini menyebabkan produksi padi nasional kehilangan hasil yang cukup tinggi.
Penyakit Tungro disebabkan oleh dua jenis virus yaitu, Rice Tungro Bacilliform Virus dan Rice Tungro Spherical Virus. Kedua jenis virus ini bisa menginfeksi tanaman secara bersamaan karena tidak memiliki kekerabatan serologi. Virus tungro juga bisa ditularkan oleh wereng.
Kamu bisa melihat tanaman yang terkena penyakit tungro dengan melihat beberapa gejala seperti muncul seminggu sesudah inokulasi, adanya diskolorasi berwarna kuning, dan adanya klorisi pada daun. Bila kamu menemukan hal-hal tersebut pada padi, maka akan mempengaruhi hasil panen.
3.Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB)
Penyebab penyakit HDB adalah bakteri X.oryzae pv. oryzae atau X. Compestris pv.oryzae, yang tersebar hampir diseluruh daerah pertanaman padi baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Penyakit ini bisa timbul pada musim kemarau maupun hujan.
Kerugian hasil yang disebabkan oleh penyakit hawar daun bakteri dapat mencapai 60%. Kerusakan terberat terjadi apabila penyakit menyerang tanaman muda dan dapat menyebabkan tanaman mati.
Pada bibit, gejala penyakit disebut kresek, sedang pada tanaman yang lebih lanjut, gejala disebut hawar (blight). Gejala diawali dengan bercak kelabu umumnya di bagian pinggir daun. Pada varietas yang rentan bercak berkembang terus, dan akhirnya membentuk hawar. Pada keadaan yang parah, pertanaman terlihat kering seperti terbakar. Cara Pengendalian Hama Padi
Pengendalian HDB bisa dilakukan dengan:
- Tanam varietas tahan
- Pemupukan rasionil/sesuai kebutuhan tanaman, pupuk N tidak berlebihan, gunakan pupuk K.
- Jarak tanam tidak terlalu rapat (jajar legowo).
- Pengairan teratur (intermitten).
- Usahakan keparahan penyakit < 15-20% dengan aplikasi bakterisida, dll
Komentar
Posting Komentar